Jakarta, industri asuransi jiwa menunjukkan dinamika yang menarik sepanjang tahun 2025. Meskipun mengalami penurunan pendapatan premi, sektor ini masih menunjukkan tanda-tanda pertumbuhan dalam jumlah polis yang terjual.
Hengky Djojosantoso, Presiden Direktur Ciputra Life, menjelaskan bahwa ada peningkatan signifikan dalam minat masyarakat terhadap asuransi meski terdapat penyesuaian premi. Data menunjukkan bahwa pertumbuhan polis mengalami peningkatan hingga 7,5% di tahun yang sama.
Selain itu, total jumlah tertanggung juga meningkat sebesar 12,8%. Hal ini mencerminkan bahwa masyarakat semakin menyadari pentingnya perlindungan asuransi dalam kehidupan mereka meskipun ada tantangan di pasar.
Tantangan yang Dihadapi oleh Industri Asuransi Jiwa
Industri asuransi jiwa tidak terlepas dari berbagai tantangan yang dihadapi di tengah ketidakpastian ekonomi. Salah satu tantangan utama adalah perlambatan dalam penjualan premi bisnis baru, yang menyusut sebesar 1,1% pada kuartal ketiga tahun 2025.
Penurunan ini disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk kondisi perekonomian yang berfluktuasi dan perubahan perilaku konsumen. Banyak calon nasabah yang lebih berhati-hati dalam mengeluarkan biaya untuk produk asuransi, terutama di tengah inflasi yang tinggi.
Namun, meski menghadapi tantangan, asuransi jiwa tetap menunjukkan keberlanjutan. Peningkatan literasi dan inklusi asuransi di masyarakat menjadi faktor pendorong yang penting. Terbukti, produk asuransi tradisional tetap mendominasi meski produk unit link mengalami penurunan.
Ciputra Life: Kinerja dan Pertumbuhan yang Menjanjikan
Ciputra Life mencatatkan kinerja yang mengesankan dengan peningkatan laba bersih yang mencapai tiga kali lipat pada akhir tahun 2025. Laba yang dicapai mencapai Rp 107 miliar, yang menunjukkan keberhasilan strategi perusahaan dalam mengelola risiko dan investasi.
Selain itu, aset perusahaan tumbuh sebesar 35%, yang mencerminkan pengelolaan keuangan yang efisien. Pertumbuhan investasi juga mencapai angka yang sama, menandakan komitmen Ciputra Life dalam memberikan nilai lebih kepada pemegang polis.
Pendapatan premi Ciputra Life tercatat sebesar Rp 457 miliar, dimana 82% dari angka tersebut berasal dari kanal Bancassurance dan produk kumpulan. Hal ini menunjukkan bahwa strategi diversifikasi produk menjadi salah satu kunci keberhasilan perusahaan.
Pentingnya Literasi dan Inklusi Asuransi dalam Masyarakat
Salah satu faktor yang mendukung pertumbuhan industri asuransi adalah peningkatan literasi asuransi di kalangan masyarakat. Banyak orang kini lebih memahami pentingnya memiliki perlindungan finansial melalui produk asuransi.
Inklusi asuransi juga menjadi fokus utama, dengan tujuan mencapai segmen-segmen masyarakat yang sebelumnya belum dilayani oleh produk-produk asuransi. Ini termasuk masyarakat di pedesaan yang kini memiliki akses lebih baik terhadap produk asuransi.
Dengan adanya pendidikan dan sosialisasi yang lebih baik tentang produk asuransi, diharapkan minat masyarakat untuk membeli polis akan terus meningkat, meskipun ada penyesuaian dalam tarif premi.











