Program akselerator startup Grab Ventures Velocity (GVV) baru saja menyelenggarakan acara kelulusan bagi startup-partisipan di Jakarta. Dalam batch ke-8 ini, GVV berhasil meluluskan lima startup terpilih dari lebih dari 160 pendaftar yang berfokus pada teknologi hijau dan solusi berkelanjutan.
Acara ini sejalan dengan tema GVV tahun ini, yaitu “Driving Sustainable Future,” sebagai upaya untuk mendorong inovasi yang berkelanjutan. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan akan lebih banyak inovasi yang dibawa oleh startup lokal untuk memecahkan berbagai tantangan yang ada.
Rifana Mezaya, Direktur Digital Sustainability Grab Indonesia, menjelaskan bahwa ekosistem startup di Indonesia memiliki potensi besar. Ia meyakini bahwa inovasi teknologi dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat serta mendukung pertumbuhan ekonomi di tanah air.
Peran Grab dalam Mendukung Startup di Indonesia
Grab telah menjalankan program GVV sejak tahun 2018, sebagai bagian dari komitmen untuk mendukung perkembangan startup lokal. Melalui program ini, Grab memberikan peluang bagi startup untuk memperbesar skala bisnis mereka dengan penguatan kepemimpinan dan pendampingan yang intensif.
Dalam program ini, startup berpartisipasi dalam berbagai pelatihan dan bimbingan yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan manajerial mereka. Selain itu, genggaman Grab juga membuka pintu bagi kolaborasi dengan ekosistem lebih luas di sekitar mereka.
Pada batch ke-8 kali ini, GVV menggaet Superbank sebagai mitra perbankan digital. Ini adalah langkah strategis yang membantu memperkuat dukungan pendanaan yang dibutuhkan oleh setiap startup peserta.
Startup yang Berhasil Lulus dan Fokusnya pada Solusi Berkelanjutan
Kelima startup yang berhasil lulus di program ini hadir dengan berbagai fokus yang berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan. Setiap pendiri startup ini membawa inovasi yang diharapkan dapat memberikan dampak sosial dan lingkungan yang positif.
Salah satu startup, Casion, berfokus pada solusi pengisian daya kendaraan listrik, dan melihat potensi besar untuk berkolaborasi dengan Grab. Pendiri Casion, Kevin Pudjiadi, meyakini bahwa kolaborasi ini dapat mempercepat pengembangan armada kendaraan listrik Grab.
Dengan adanya sinergi ini, kedua belah pihak berharap dapat menjangkau lebih banyak pelanggan dan memfasilitasi penggunaan kendaraan listrik di masyarakat. Pengembangan infrastruktur seperti stasiun pengisian daya menjadi salah satu prioritas dalam kolaborasi tersebut.
Prospek Masa Depan untuk Startup Lokal di Indonesia
Dengan semakin banyaknya dukungan untuk startup lokal, prospek masa depan terlihat semakin menjanjikan. Program seperti GVV menjadi wadah bagi inovator muda untuk mewujudkan ide-ide kreatif mereka. Hal ini berpotensi untuk menciptakan lapangan kerja baru dan meningkatkan perekonomian lokal.
Kami juga melihat bahwa minat untuk berinvestasi dalam startup di segmen teknologi hijau terus meningkat. Banyak investor yang mulai menyadari pentingnya berinvestasi dalam solusi berkelanjutan demi masa depan yang lebih baik.
Keberhasilan batch ke-8 GVV adalah contoh nyata bagaimana kolaborasi antara startup dan perusahaan besar dapat mendorong inovasi. Kehadiran program ini tidak hanya memberikan manfaat bagi startup, tetapi juga bagi masyarakat luas.













