Perayaan Tahun Baru Imlek 2026 akan berlangsung pada Selasa, 17 Februari 2026, dalam kalender Masehi. Tradisi ini bukan sekadar merayakan pergantian tahun, tetapi juga menyimpan makna mendalam bagi masyarakat Tionghoa di seluruh dunia.
Di Indonesia, Tahun Baru Imlek diwarnai dengan berbagai ritual budaya, termasuk berkumpul bersama keluarga dan berbagi kebahagiaan. Salah satu tradisi yang paling ditunggu-tunggu adalah pemberian angpao, yang melambangkan keberuntungan dan harapan baik untuk tahun yang akan datang.
Saat menjelang Imlek, pertanyaan tentang besaran anggaran angpao kerap muncul. Jumlah yang perlu dianggarkan sangat bervariasi, tergantung pada situasi dan kondisi keuangan tiap keluarga.
Untuk membantu menentukan anggaran angpao, ada beberapa panduan dan pertimbangan yang bisa diambil sehingga tradisi ini tetap dapat dijalankan tanpa membebani perekonomian keluarga.
Memahami Makna dan Tradisi Angpao dalam Perayaan Imlek
Angpao, yang berupa amplop merah, memiliki makna simbolis yang kuat dalam budaya Tionghoa. Amplop berwarna merah ini merupakan simbol keberuntungan dan kebaikan, dan memberi angpao bukan hanya sekadar memberikan uang, tetapi juga menyampaikan harapan dan doa untuk masa depan yang lebih baik.
Pemberian angpao dilakukan tidak hanya untuk mempererat hubungan antar anggota keluarga, tetapi juga sebagai bentuk penghormatan kepada yang lebih tua. Dalam setiap amplop yang diberikan, ada harapan agar penerimanya selalu beruntung dan sukses.
Selain itu, ada makna spiritual di balik pemberian angpao. Tradisi ini melibatkan kepercayaan bahwa berbagi rezeki dapat mendatangkan lebih banyak berkah di tahun yang akan datang. Orang tua sering kali mengajarkan nilai-nilai ini kepada anak-anak agar mereka memahami arti penting berbagi dan memberi.
Siapa Saja yang Berhak Menerima Angpao Saat Imlek?
Penerima angpao biasanya mencakup berbagai lapisan anggota keluarga. Di dalam komunitas Tionghoa, secara umum yang berhak menerima angpao adalah anak-anak, remaja, serta kerabat yang belum menikah. Mereka yang telah menikah atau memiliki anak justru lebih banyak berperan dalam memberi angpao dibanding menerima.
Berbagai generasi dalam satu keluarga biasanya diuntungkan melalui tradisi ini. Anak-anak kecil menjadi penerima utama, dan juga remaja atau pelajar yang belum mandiri secara ekonomi. Dengan ini, generasi muda mendapatkan kesempatan untuk merasakan tradisi ini secara langsung.
Tidak jarang, pekerja rumah tangga dan asisten pribadi juga mendapatkan angpao sebagai penghargaan atas kerja keras mereka. Hal ini mencerminkan kebaikan hati pemberi, menjadikan tradisi ini lebih inklusif.
Panduan Patokan Nominal Angpao Imlek 2026 yang Dapat Diikuti
Meskipun tidak ada aturan baku mengenai nominal angpao, ada beberapa kisaran yang umum digunakan oleh masyarakat Tionghoa. Untuk anak-anak kecil, jumlahnya bisa mulai dari Rp 10.000 hingga Rp 50.000, sementara untuk remaja seringkali di kisaran antara Rp 50.000 hingga Rp 100.000.
Mahasiswa atau orang dewasa yang belum menikah biasanya menerima antara Rp 100.000 hingga Rp 200.000, tergantung kedekatan dengan pemberi angpao. Penghormatan kepada orang tua, jika diberikan, bisa mencapai Rp 300.000 hingga Rp 1.000.000 atau lebih, sesuai dengan tradisi masing-masing keluarga.
Untuk pekerja rumah tangga, nominal angpao berkisar antara Rp 50.000 hingga Rp 200.000, tergantung pada hubungan dan lama mereka bekerja. Dengan patokan nominal ini, keluarga bisa menyesuaikan anggaran sesuai dengan kemampuan mereka.
Contoh Perhitungan Anggaran Angpao Imlek 2026 yang Realistis
Merencanakan anggaran angpao dapat dilakukan dengan cara sederhana. Misalnya, jika seseorang berencana memberi angpao kepada empat anak kecil, tiga remaja, dua sepupu kuliah, dan satu asisten rumah tangga, perencanaan bisa dimulai dengan menghitung jumlah yang akan diberikan kepada masing-masing kelompok.
Jika ditetapkan bahwa anak kecil akan menerima Rp 20.000 masing-masing, maka total untuk empat anak adalah Rp 80.000. Untuk remaja, jika diberikan Rp 50.000 masing-masing, totalnya menjadi Rp 150.000 untuk tiga remaja.
Jika mahasiswa diberi Rp 100.000 masing-masing, maka total yang dikeluarkan untuk dua sepupu kuliah adalah Rp 200.000. Dan untuk asisten rumah tangga, jika diberikan Rp 100.000, total anggaran untuk angpao menjadi Rp 530.000 secara keseluruhan.
Tips untuk Mengatur Budget Angpao yang Efektif Saat Imlek 2026
Agar anggaran angpao tidak membengkak, ada beberapa tips yang dapat diikuti. Pertama, buatlah daftar penerima angpao untuk mempermudah perhitungan. Kedua, tetapkan batas pengeluaran maksimal sehingga tidak ada kejutan saat hari H tiba.
Menyiapkan uang kertas pecahan sejak awal juga sangat membantu, sehingga memberi angpao menjadi lebih praktis. Selain itu, bedakan nominal berdasarkan kategori penerima untuk memastikan bahwa semua orang mendapatkan sesuai porsi mereka.
Jika sudah menikah, tidak ada salahnya untuk berkonsultasi dengan pasangan mengenai anggaran ini. Hal ini membantu dalam mengambil keputusan finansial yang lebih bijaksana.
Apakah Boleh Tidak Memberi Angpao? Pertimbangan yang Perlu Diketahui
Memberi angpao sering kali dianggap sebagai kewajiban, namun sebenarnya bukanlah hal yang wajib. Dalam konteks budaya modern, memberikan angpao biasanya dilakukan oleh mereka yang dianggap telah dewasa, seperti orang yang sudah menikah.
Jika seseorang dalam kondisi ekonomi yang sulit atau belum menikah, tidak memberi angpao sebetulnya sangat dimaklumi. Hal ini menunjukkan pentingnya memahami kondisi diri sendiri dan tidak memaksakan diri untuk memenuhi ekspektasi yang ada.
Dengan memahami tradisi dan maknanya, keluarga dapat merayakan Imlek dengan cara yang sesuai dengan situasi masing-masing. Yang terpenting adalah tetap menjaga hubungan antarkeluarga dengan spirit saling berbagi dan menghargai.













