Sebelumnya, Bahlil telah melegalkan 45.000 sumur rakyat melalui Peraturan Menteri ESDM Nomor 14 Tahun 2025. Mengacu pada aturan tersebut, sumur rakyat berhak dikelola oleh koperasi, badan usaha milik daerah (BUMD), dan usaha kecil dan menengah (UKM) di sekitar lokasi. Melalui inisiatif ini, diharapkan kesejahteraan masyarakat dapat meningkat serta mengurangi ketergantungan pada sumber daya energi dari luar negeri.
Bahlil lantas mengajak masyarakat daerah untuk berpartisipasi dalam mengelola sumur rakyat. Dengan iming-iming pendapatan lebih besar dibanding aparatur sipil negara (ASN) atau PNS di pemerintah pusat, ajakan ini menimbulkan antusiasme di kalangan masyarakat lokal.
Berdasarkan hasil diskusinya di lapangan, Bahlil menyebut satu sumur bisa menghasilkan minyak antara 3-5 barel per hari. Hal ini menggambarkan potensi besar dari sumber daya alam yang ada dan perlunya pengelolaan yang baik demi keberlanjutan dan manfaat maksimal bagi masyarakat.
“Taruhlah 3 barel. Satu barel itu 159 liter, ya, berarti kalau dia 3 barel jadi 477 liter,” jelasnya dalam acara penandatanganan MoU dengan Badan Pusat Statistik (BPS) di Jakarta baru-baru ini. Penjelasan ini memberikan pemahaman lebih kepada masyarakat tentang potensi yang ada di depan mata mereka.
Hasil produksi tersebut nantinya akan dibeli oleh Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) sekelas Pertamina, dengan nilai 80 persen dari harga minyak mentah Indonesia (ICP). Ini memberikan kejelasan kepada masyarakat tentang bagaimana hasil yang diperoleh akan dialokasikan dan dikelola.
“Kalau ICP-nya taruhlah USD 65 (per barel), kali 80 persen, berarti USD 52. Itu dikali Rp 16.500 (asumsi kurs rupiah terhadap dolar AS), sekitar Rp 2,4 juta (pendapatan sumur rakyat per hari),” bebernya seraya menganalogikan. Angka ini tentunya sangat menggoda bagi banyak orang yang ingin mencari nafkah dengan cara yang lebih mandiri dan inovatif.
Inisiatif Penanaman Sumur Rakyat Dan Manfaatnya Bagi Ekonomi Lokal
Pembangunan sumur rakyat merupakan langkah strategis untuk meningkatkan perekonomian masyarakat. Dengan memanfaatkan sumber daya alam yang ada, komunitas lokal dapat berperan aktif dalam pengelolaan dan distribusi hasil minyak yang diperoleh.
Selain itu, kebijakan ini juga mendukung pengembangan koperasi dan UKM sebagai penggerak ekonomi lokal. Koperasi dan UKM akan menjadi wadah bagi masyarakat untuk berkolaborasi dalam pengelolaan dan keuntungan dari sumur minyak.
Melalui partisipasi aktif masyarakat dalam pengelolaan sumber daya, diharapkan muncul rasa memiliki yang lebih besar. Hal ini pada gilirannya akan mendorong masyarakat untuk bekerja lebih keras dan bertanggung jawab terhadap lingkungan dan hasil produksi.
Produksi yang dihasilkan dari sumur rakyat diharapkan tidak hanya memenuhi kebutuhan lokal, tetapi juga berkontribusi pada pendapatan daerah. Dengan demikian, sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta menjadi sangat penting untuk mencapai kesuksesan inisiatif ini.
Ke depannya, pengelolaan sumur rakyat yang transparan dan adil akan menciptakan iklim investasi yang lebih baik. Hal ini akan menarik lebih banyak investor untuk berpartisipasi dalam proyek-proyek serupa di daerah lainnya.
Peran Pemerintah Dalam Pembentukan Kebijakan Energi Berkelanjutan
Pemerintah memiliki peran fundamental dalam memastikan bahwa kebijakan mengenai sumur rakyat berjalan dengan baik. Dengan membuat regulasi yang jelas dan mendukung pengelolaan sumber daya, pemerintah dapat menciptakan rasa aman bagi masyarakat.
Regulasi yang diimplementasikan akan memberikan rasa keadilan dalam pembagian hasil dari sumur minyak. Ini penting agar masyarakat tidak merasa dirugikan dan termotivasi untuk terus berkarya dalam pengelolaan sumber daya alam.
Pemerintah juga perlu memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pengelolaan sumur yang berkelanjutan. Pengetahuan ini sangat penting untuk menjaga agar keberlangsungan sumur rakyat tidak terganggu dan dapat memberikan keuntungan jangka panjang.
Dengan adanya dukungan yang kuat dari pemerintah, masyarakat dapat melihat kepastian bahwa investasi mereka akan membuahkan hasil. Ini membantu menciptakan stabilitas dalam sektor energi dan ekonomi lokal.
Pengawasan dan evaluasi yang rutin atas kegiatan produksi sumur rakyat juga menjadi hal yang tak kalah penting. Ini dapat memastikan bahwa aktivitas yang dilakukan benar-benar bermanfaat dan tidak merusak lingkungan.
Menciptakan Kesempatan Kerja Melalui Pengelolaan Sumber Daya Alam
Pengelolaan sumur rakyat bukan hanya tentang menghasilkan minyak, tetapi juga menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat. Dengan adanya usaha pengolahan dan distribusi, peluang kerja di bidang ini menjadi semakin luas.
Kooperasi yang dibentuk dapat menyerap tenaga kerja lokal. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya terlibat sebagai pengelola sumur, tetapi juga memiliki peluang untuk bekerja dalam berbagai aspek lainnya, seperti distribusi dan pemasaran.
Peningkatan keterampilan masyarakat dalam pengelolaan minyak dapat mendorong pengembangan kapasitas sumber daya manusia. Ini merupakan investasi yang sangat penting untuk keberlanjutan dan pertumbuhan ekonomi jangka panjang.
Dengan keterlibatan langsung dalam kegiatan ekonomi, masyarakat akan lebih berdaya dan mandiri. Ini adalah langkah awal menuju kesejahteraan yang lebih merata dan berkelanjutan di tingkat komunitas.
Semakin banyak masyarakat yang terlibat dalam usaha ini, semakin kuat jaringan sosial dan ekonomi yang terbentuk. Kerja sama antaranggota komunitas dapat menciptakan sinergi yang baik untuk program-program kesejahteraan lainnya ke depannya.













