Dalam upaya meringankan beban korban bencana alam, PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney menunjukkan kepedulian yang tinggi melalui tindakan nyata. Dengan melibatkan pegawai di semua lini, mereka berhasil menyalurkan berbagai bentuk bantuan kepada masyarakat yang terdampak banjir bandang di Sumatera.
Tim yang dibentuk oleh InJourney bergerak cepat dan tanggap, mulai dari pendataan hingga penyaluran bantuan. Sejak akhir November, mereka telah berkomitmen untuk terus memberikan dukungan hingga situasi membaik.
Bantuan yang disalurkan oleh InJourney berfokus pada kebutuhan mendesak para pengungsi. Berbagai logistik telah disiapkan, mulai dari genset dan lampu darurat hingga kebutuhan pokok seperti makanan dan obat-obatan.
Program InJourney Community Care menjadi salah satu inisiatif utama dalam penyaluran bantuan ini. Sebanyak 30 lokasi yang terdampak banjir di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat menjadi fokus perhatian tim relawan dari InJourney.
Dengan kerjasama yang solid, lebih dari 90 relawan dari berbagai cabang dikerahkan. Mereka bekerja sama dengan pihak TNI–Polri, BNPB, dan Basarnas untuk memastikan setiap kebutuhan mendesak dapat terpenuhi.
Peran InJourney dalam Penanggulangan Bencana di Aceh
Keberadaan InJourney di tengah situasi sulit ini menunjukkan bentuk nyata dari tanggung jawab sosial perusahaan. Mereka tidak hanya sekadar memberikan bantuan, tetapi juga melakukan evaluasi kebutuhan di lapangan sebelum menyalurkan dukungan.
Selama proses ini, pendataan lapangan menjadi langkah penting untuk memastikan bantuan yang diberikan tepat sasaran. Setiap item bantuan dipilih berdasarkan kebutuhan aktual pengungsi, agar tidak terjadi kesalahan dalam penyaluran.
InJourney juga menggandeng berbagai stakeholders untuk memperkuat efisiensi penanganan bencana. Kerjasama yang baik antar berbagai pihak memungkinkan bantuan dapat diterima dengan cepat dan tepat waktu, sehingga manfaatnya dirasakan lebih luas.
Direktur Utama InJourney, Maya Watono, menegaskan pentingnya koordinasi dalam penyaluran bantuan. “Kami ingin setiap bantuan yang diberikan dapat memberikan dampak positif dan meringankan beban korban banjir,” ujarnya dalam sebuah konferensi pers.
Aksi nyata InJourney di lokasi bencana merupakan contoh konkret dari gotong royong yang diharapkan dapat menginspirasi perusahaan lain. Dalam situasi krisis, kepedulian kolektif adalah kunci untuk membantu mereka yang sedang membutuhkan.
Keberlanjutan Bantuan dan Dukungan Psikologis
InJourney tidak hanya fokus pada kebutuhan fisik pengungsi tetapi juga memberikan perhatian pada aspek psikologis. Trauma akibat bencana membutuhkan penanganan yang tidak kalah penting.
Salah satu bentuk bantuan yang disediakan adalah layanan trauma healing. Tim relawan terlatih dilibatkan dalam memberikan dukungan mental bagi pengungsi agar mereka dapat beradaptasi dengan keadaan baru pascabencana.
Selain itu, pendistribusian logistik yang dilakukan juga memperhatikan kepentingan jangka panjang bagi pengungsi. Misalnya, penyediaan pakaian dan perlengkapan sekolah agar anak-anak yang terdampak dapat segera kembali beraktivitas.
Tim relawan InJourney juga berusaha untuk melibatkan masyarakat lokal dalam proses penyaluran bantuan ini. Dengan mengedepankan partisipasi dari warga setempat, diharapkan bantuan yang diberikan lebih terasa relevansinya.
Setiap sesi trauma healing juga dirancang agar interaktif dan menyenangkan. Ini bertujuan untuk menciptakan suasana yang mendukung pemulihan psikologis pengungsi secara menyeluruh.
Testimoni Relawan dan Pengungsi yang Terlibat
Para relawan yang terlibat dalam operasi ini melaporkan pengalaman berharga dan kontribusi yang diperoleh selama menjalankan misi kemanusiaan. Mereka merasa bangga dapat membantu orang lain dalam situasi yang sulit.
Salah satu relawan menyatakan, “Melihat senyum para pengungsi setelah menerima bantuan, memberi kami motivasi lebih untuk terus membantu.” Pengalaman ini menjadi pengingat akan pentingnya saling bantu dan berbagi di tengah masyarakat.
Testimoni dari pengungsi juga menunjukkan betapa besar arti bantuan ini bagi mereka. Seorang ibu pengungsi mengungkapkan rasa syukur atas dukungan yang diberikan, sehingga dia merasa tidak sendirian dalam menghadapi kesulitan.
Bantuan dari InJourney diyakini mampu meringankan beban pengungsi, meskipun tidak dapat menghapus semua kesulitan yang mereka hadapi. Dukungan emosional dari relawan turut memberikan harapan baru bagi mereka.
Dengan komitmen yang kuat dan dukungan dari berbagai pihak, InJourney terus berupaya untuk menjangkau lebih banyak individu yang membutuhkan pertolongan. Mereka berusaha untuk memastikan bahwa setiap langkah yang diambil benar-benar berdampak positif.











