Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, telah mengumumkan bahwa harga daging sapi dipastikan stabil menjelang Ramadan dan Idulfitri 2026. Dalam pernyataannya, Amran menegaskan komitmennya untuk menindak pelanggaran yang berpotensi menaikkan harga daging sapi di pasaran.
Pemerintah telah menetapkan harga acuan penjualan (HAP) daging sapi yang terjangkau bagi masyarakat. Harga tersebut adalah Rp 55.000 per kilogram untuk sapi hidup yang akan disembelih.
Dalam upaya menjaga kestabilan harga, HAP tingkat produsen dan konsumen untuk daging ruminansia telah diatur dalam peraturan resmi yang berlaku. Harga acuan untuk sapi hidup ditetapkan dalam kisaran Rp 56.000 sampai Rp 58.000 per kilogram, sesuai dengan regulasi yang berlaku.
Pemantauan Ketat terhadap Harga Daging Sapi di Pasaran
Amran menjelaskan bahwa pihaknya secara rutin melakukan pemeriksaan untuk memastikan harga daging sapi sesuai dengan HAP yang telah ditentukan. Jika ditemukan pelanggaran, tindakan tegas akan diambil, termasuk pencabutan izin bagi perusahaan yang terlibat.
“Kami tidak akan ragu untuk menindak pelanggaran yang mengganggu stabilitas harga,” jelas Amran dengan tegas. Ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menjaga daya beli masyarakat terhadap kebutuhan pokok.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa saat ini ada lebih dari 80 perusahaan yang memegang kuota impor sapi yang harus mematuhi ketentuan HAP. Setiap pelanggaran akan dilaporkan dan diproses sesuai dengan hukum yang berlaku.
Rincian Harga Daging Sapi dan Ruminansia yang Berlaku
Mengenai harga daging sapi di tingkat konsumen, Amran mengungkapkan tarif yang berlaku untuk berbagai jenis daging. Daging sapi segar untuk paha depan dijual dengan harga Rp 130.000 per kilogram, sementara paha belakang mencapai Rp 140.000 per kilogram.
Untuk daging beku, harga untuk paha depan ditetapkan sebesar Rp 105.000 per kilogram, sedangkan daging kerbau beku dijual seharga Rp 80.000 per kilogram. Ini adalah langkah pemerintah untuk memastikan semua lapisan masyarakat dapat mengakses daging dengan wajar.
Dalam konteks ini, Amran juga mengedepankan misi pemerintah untuk melayani masyarakat dan produsen dengan baik. Ia menegaskan bahwa stabilitas harga adalah prioritas utama, mencerminkan perhatian serius pemerintah terhadap kebutuhan rakyat.
Proyeksi Ketersediaan Daging Sapi Menjelang Idulfitri 2026
Dalam laporan proyeksi neraca pangan daging sapi dan kerbau, pemerintah memperkirakan ketersediaan daging menjelang Ramadan dan Idulfitri 2026 masih mencukupi. Angka proyeksi menunjukkan stok awal tahun sebesar 41,7 ribu ton yang akan mencukupi permintaan.
Produksi daging lokal serta hasil potong dari sapi dan kerbau impor diharapkan mencapai total 125,2 ribu ton. Oleh karena itu, pemerintah yakin persediaan akan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di bulan suci ini.
Estimasi realisasi impor dari Januari hingga Maret sendiri mencapai 18,5 ribu ton, yang menunjukkan komitmen pemerintah untuk menjaga ketersediaan pasokan. Hal ini penting agar tidak terjadi kelangkaan yang bisa mempengaruhi harga pasar.













