PT Pertamina (Persero) baru-baru ini meluncurkan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat di lokasi pengungsi Aceh Tamiang. Dengan keyakinan bahwa energi terbarukan dapat memberikan solusi praktis dan mendesak, proyek ini diharapkan dapat membantu mereka yang terkena dampak bencana.
Proyek ini mencakup tujuh paket PLTS, masing-masing dirancang dengan kapasitas 590 Wp beserta komponen pendukung yang dibutuhkan. Pemasangannya melibatkan teknisi dari Pertamina yang bekerja keras untuk memastikan bahwa listrik dapat segera dinikmati oleh para pengungsi.
Inisiatif Energi Terbarukan untuk Penanganan Bencana
Inisiatif ini merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang digagas oleh PT Pertamina. Sejak tanggal 13 Desember, PLTS mulai berfungsi di posko pengungsian Karang Baru, Aceh Tamiang, memberikan penerangan yang sangat dibutuhkan dalam situasi darurat.
Keberadaan listrik dari sumber daya matahari ini membawa harapan baru bagi para pengungsi dan relawan yang beroperasi di lapangan. Mereka dapat melakukan berbagai aktivitas, termasuk ibadah dan pendidikan, dengan lebih nyaman dan aman ketika malam tiba.
Bantuan ini bukan hanya sekadar penyediaan energi, tetapi juga merupakan upaya untuk memberikan rasa aman dan memberikan semangat kepada para pengungsi. Selain itu, PLTS ini juga menyediakan energi untuk mengisi ulang perangkat komunikasi yang vital di masa-masa sulit ini.
Manfaat Jangka Panjang Pembangkit Listrik Surya
PLTS ini diharapkan bukan hanya berfungsi dalam jangka pendek tetapi juga memiliki dampak jangka panjang bagi masyarakat setempat. Keberlangsungan energi terbarukan menjadi langkah penting menuju ketahanan energi di wilayah yang rentan terhadap bencana alami.
Dengan kehadiran PLTS, masyarakat diharapkan dapat belajar untuk memanfaatkan energi terbarukan. Ini dapat menjadi pelajaran berharga bagi generasi mendatang untuk lebih menghargai sumber daya yang ada dan memahami pentingnya pengelolaan lingkungan yang baik.
Selama proses perakitan, relawan turut ambil bagian dalam memastikan semua komponen terpasang dengan baik. Dalam waktu dua jam, PLTS ini dapat berfungsi, memberikan cahaya dan kenyamanan bagi banyak orang.
Peran Relawan dalam Proyek PLTS di Aceh Tamiang
Relawan dari operasional Pertamina juga berkontribusi secara signifikan dalam keberhasilan proyek ini. M. Abassi Ali Bilhadj, atau lebih dikenal dengan Billy, menyatakan bahwa kehadiran PLTS sangat penting untuk kehidupan sehari-hari para pengungsi.
Billy merasa terharu melihat antusiasme pengungsi dalam mengimplementasikan proyek ini. Menurutnya, penyediaan energi dari PLTS memungkinkan mereka untuk belajar dan beribadah di malam hari, suatu hal yang sangat berarti dalam situasi sulit ini.
Dia juga menjelaskan bagaimana pengoperasian PLTS ini sangat efisien, dan dapat memberikan penerangan selama 8 jam sehari. Bantuan seperti ini menunjukkan kepedulian nyata terhadap masyarakat yang terkena musibah.













