Banyak karyawan mencari cara untuk menambah pendapatan tanpa harus meninggalkan pekerjaan utama mereka. Dengan meningkatnya biaya hidup dan keinginan untuk mempercepat tujuan finansial, banyak dari mereka mulai melirik usaha sampingan sebagai alternatif yang menarik.
Pada tahun 2026, perkembangan teknologi, terutama dalam bidang AI, akan semakin mendukung penyelesaian tugas-tugas usaha sampingan dengan lebih efisien. Dari desain grafis hingga layanan pelanggan, ini memberi kesempatan bagi karyawan untuk menjalankan bisnis dengan waktu yang terbatas namun tetap menghasilkan hasil yang optimal.
Cara Memilih Usaha Sampingan yang Tepat untuk Karyawan
Sebelum menentukan jenis usaha sampingan, ada baiknya untuk memahami beberapa kriteria penting. Pertama, pastikan usaha tersebut sesuai dengan jam kerja utama Anda.
Idealnya, usaha yang dipilih harus dapat dikerjakan di luar jam kerja, seperti malam hari atau akhir pekan. Usaha tersebut juga sebaiknya tidak mengganggu kehadiran Anda di tempat kerja utama.
Selanjutnya, periksa kontrak kerja Anda untuk mengetahui apakah ada larangan terkait menjalankan usaha sampingan. Sangat penting untuk menghindari masalah hukum yang bisa merugikan Anda di kemudian hari.
Selain itu, pilihlah model usaha yang minim perawatan dan jarang memerlukan kehadiran fisik secara terus-menerus. Usaha digital atau berbasis layanan yang bisa dijalankan secara remote merupakan pilihan yang baik.
Terakhir, pahami risiko dan siklus uang dari usaha yang Anda pilih. Karyawan cenderung lebih cocok dengan jenis usaha yang menawarkan arus kas cepat dan risiko modal yang rendah.
25 Ide Usaha Sampingan Karyawan di Tahun 2026
Bagian ini akan dipecah menjadi beberapa kategori untuk memudahkan fokus dalam memilih. Pertama adalah kategori digital dan kreatif yang sangat bergantung pada skill serta teknologi AI.
Kategori 1: Digital & Kreatif (Mengandalkan Skill + AI)
Dalam kategori ini, desainer konten untuk media sosial menjadi salah satu potensi usaha yang menjanjikan. Modal awal yang dibutuhkan sekitar Rp1-3 juta untuk peralatan, seperti laptop dan perangkat lunak desain.
Dengan pendapatan antara Rp800 ribu hingga Rp3 juta per klien dalam sebulan, banyak peluang yang dapat dimanfaatkan di marketplace. Skill dalam menggunakan alat seperti Canva dan software AI akan sangat membantu.
Namun, jika desain bukan keahlian Anda, menjadi copywriter atau content writer juga bisa dipertimbangkan. Layanan ini saat ini banyak dicari, terutama oleh UMKM, dengan pendapatan yang bervariasi berdasarkan jumlah artikel yang dikerjakan.
Editor video pendek juga semakin dibutuhkan, terutama di platform seperti TikTok dan Instagram. Dengan modal yang minim, profesi ini memberikan peluang pendapatan yang cukup menarik.
Kategori 2: Freelance Remote Berbasis Skill
Untuk karyawan yang memiliki waktu luang, menawarkan jasa freelance dapat dijadikan pilihan. Misalnya, jasa data entry yang dapat dikerjakan kapan saja menggunakan laptop.
Social media manager juga menjadi pilihan menarik yang menawarkan pendapatan tetap per bulan berdasarkan brand yang dirawat. Keahlian dalam analisis data dan penjadwalan konten akan menjadi nilai tambah.
Web designer tanpa coding juga semakin banyak dibutuhkan. Banyak platform yang memungkinkan Anda untuk membuat website profesional tanpa perlu menulis kode rumit.
Translator atau proofreader menjadi pilihan lain bagi karyawan yang memiliki keterampilan bahasa. Dengan permintaan yang tinggi, pendapatan sebagai translator cukup menjanjikan.
Usaha Kuliner Low-Stress untuk Karyawan
Usaha di bidang kuliner menjadi salah satu pilihan aman bagi karyawan. Model usaha yang dapat dipilih antara lain catering harian dengan target kantor dan sekolah.
Investasi awal sekitar Rp300 ribu hingga Rp1 juta per hari dapat memberikan margin keuntungan hingga 40%. Namun, sistem pre-order dan pengiriman dapat membuat operasional lebih mudah diatur.
Frozen food homemade juga semakin populer, karena produknya mudah disimpan dan dijual. Jajanan titip jual, seperti brownies atau cookies, bisa dijadikan alternatif untuk meningkatkan pendapatan dengan resiko yang lebih kecil.
Kopi literan atau minuman mocktail juga menjadi opsi yang menarik dengan potensi pasar yang luas. Menjual camilan sehat bisa menjadi pilihan bagi Anda yang ingin menyasar kaum muda atau penggiat fitness.
Usaha Retail & Reseller Modal Minim
Usaha retail atau menjadi reseller juga layak dipertimbangkan oleh karyawan yang memiliki modal terbatas. Misalnya, reseller fashion atau kosmetik dengan model dropship menjadi pilihan yang menarik.
Pasar yang luas di platform online seperti media sosial dan marketplace memungkinkan Anda untuk menjangkau pembeli dengan mudah. Profit margin yang ditawarkan dapat bervariasi antara 20-50%, tergantung pada produk yang dijual.
Pembuatan dan penjualan barang custom, seperti tumbler atau tas dengan desain unik, juga menawarkan pasar yang menarik. Penghasilan dapat diperoleh dalam bentuk konsinyasi di acara perusahaan atau pajangan di toko.
Service & Jasa Lokal
Untuk karyawan yang ingin mengambil langkah serupa di bidang layanan, membuka jasa laundry kiloan dengan sistem pickup-delivery merupakan pilihan yang bagus. Pendapatannya bisa bervariasi, tergantung pada tingkat permintaan layanan tersebut.
Jasa foto produk juga menawarkan peluang yang menjanjikan bagi mereka yang memiliki keterampilan fotografi. Banyak usaha kecil yang memerlukan foto untuk memasarkan produk mereka secara online.
Guru les privat di bidang-bidang tertentu pun selalu dibutuhkan. Dengan tarif per jam yang beragam, ini menjadi pilihan yang menarik bagi karyawan yang memiliki keahlian di bidang pendidikan.
Memilih Usaha yang Aman dan Minim Risiko
Penting untuk memilih usaha sampingan dengan risiko yang rendah dan waktu yang fleksibel. Misalnya, usaha catering atau titip jual camilan memiliki potensi cash flow yang cepat, sehingga lebih aman bagi karyawan.
Selain itu, usaha seperti social media management menawarkan pendapatan yang tinggi serta peluang untuk perluasan yang lebih baik. Pekerjaan ini dapat diselesaikan dalam waktu sekitar 2-3 jam per hari.
Dengan adanya AI, banyak proses operasional dapat dipermudah. Penggunaan alat otomatisasi untuk pemasaran dan layanan pelanggan dapat membuat pengelolaan waktu menjadi lebih efisien.
Kesimpulan
Kesimpulannya, untuk karyawan yang ingin memulai usaha sampingan, tahun 2026 menawarkan banyak peluang. Fleksibilitas waktu, risiko yang lebih rendah, dan dukungan teknologi memastikan bahwa usaha ini semakin realistis.
Mulailah dari usaha yang paling mudah dan rendah risiko, optimalkan sistem kerja Anda, dan jangan ragu untuk melakukan scaling-up ketika sudah siap. Dengan pendekatan yang tepat, Anda bisa mendapatkan penghasilan tambahan yang substansial tanpa mengganggu pekerjaan utama.













