Layanan kereta api nasional Uni Emirat Arab (UEA), Etihad Rail, akan memulai operasional pengangkutan penumpang pada tahun 2026 setelah hampir dua dekade dalam tahap perencanaan dan pembangunan. Proyek ambisius ini diharapkan dapat mengubah cara masyarakat bertransportasi antar daerah dan memberikan alternatif yang lebih efisien dibandingkan mobil pribadi.
Sebagai solusi modern, jaringan kereta api ini diharapkan membawa dampak signifikan terhadap mobilitas masyarakat. Dengan mengandalkan kereta, perjalanan antar kota bisa menjadi lebih terjadwal, terintegrasi dengan sistem transportasi umum lainnya, dan tentunya lebih ramah lingkungan.
Etihad Rail membentang sepanjang 900 kilometer, menghubungkan berbagai kota dan wilayah di ketujuh emirat. Dari Al Sila di Abu Dhabi hingga Fujairah di pantai timur, proyek ini dirancang untuk menjawab kebutuhan mobilitas di UEA yang terus berkembang.
Rencana Jaringan Kereta Api Etihad Rail di Uni Emirat Arab
Proyek Etihad Rail bertujuan untuk menyatukan 11 kota di berbagai emirat dengan jalur kereta api yang efisien. Di antara kota-kota ini adalah Abu Dhabi, Dubai, dan Sharjah, yang merupakan pusat aktivitas ekonomi dan sosial di negara tersebut.
Pembangunan proyek ini dilakukan secara bertahap, diawali dengan operasi angkutan barang yang dimulai sejak tahun 2016. Meskipun fokus utama adalah transportasi penumpang, jaringan ini juga mendukung pengangkutan barang yang penting bagi perekonomian lokal.
Dengan keberadaan kereta api, jarak antar kota yang sebelumnya menghabiskan waktu lama dapat dipangkas secara signifikan. Ini memberikan keuntungan lebih dalam efisiensi waktu serta memberikan alternatif untuk mengurangi kemacetan di jalan raya.
Keunggulan Etihad Rail dalam Transportasi Massal
Keberadaan jaringan kereta ini diprediksi akan meningkatkan kualitas transportasi publik di UEA. Berbeda dengan kendaraan pribadi yang sering terjebak kemacetan, kereta api menawarkan kepastian waktu yang lebih baik.
Kereta akan beroperasi dengan kecepatan hingga 200 km per jam, memberikan kenyamanan dan kemudahan bagi para penumpang. Dengan waktu perjalanan yang jauh lebih singkat, masyarakat diharapkan lebih memilih menggunakan kereta api sebagai moda transportasi utama.
Selain itu, proyek ini juga diarahkan untuk mendorong penggunaan energi bersih, dibandingkan dengan ketergantungan pada bahan bakar fosil untuk kendaraan pribadi. Dengan demikian, Etihad Rail juga mendukung upaya UEA untuk berkontribusi terhadap pelestarian lingkungan.
Waktu Perjalanan dan Rute Kereta
Waktu perjalanan antara Abu Dhabi dan Dubai hanya akan memakan waktu 57 menit, sebuah terobosan dan pencapaian signifikan dalam dunia transportasi. Selain itu, perjalanan dari Abu Dhabi ke Ruwais diperkirakan akan memakan waktu 70 menit, dan 105 menit untuk rute menuju Fujairah.
Dengan waktu tempuh yang dipangkas hingga sepertiga lebih cepat dibandingkan berkendara, kereta api ini menawarkan keunggulan tersendiri. Masyarakat dapat merencanakan perjalanan dengan lebih efisien, yang pada gilirannya dapat meningkatkan produktivitas dan kualitas hidup.
Secara keseluruhan, proyek ini memiliki dampak positif bagi sistem transportasi di UEA yang lebih luas. Rencana kedepan berupa pengembangan jalur kereta api yang menghubungkan negara-negara di kawasan GCC semakin memperkuat jaringan transportasi internasional.













