Sebelumnya, empat tubuh korban telah diserahkan ke Posko DVI Biddokkes di Sulawesi Selatan, Makassar. Dariempat tersebut, tiga korban telah berhasil teridentifikasi dan jenazahnya diserahkan kepada keluarga, sedangkan satu kantong masih dalam proses identifikasi.
Cuaca yang cukup baik hari ini berkontribusi positif terhadap pencarian. Pada hari pertama, operasi dihadapkan pada kondisi cuaca yang sangat sulit, namun seiring berjalannya waktu, situasi menjadi lebih mudah dan operasi dapat dilakukan lebih optimal.
Operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) meskipun dinyatakan selesai, namun tidak sepenuhnya diakhiri. Koordinasi antara pihak-pihak terkait, termasuk tim DVI dan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), menunjukkan pentingnya kesiagaan untuk melanjutkan operasi jika ada korban atau serpihan pesawat yang ditemukan.
Pihak Basarnas menegaskan bahwa operasi akan terus dilanjutkan dalam kondisi tertentu. Jika sewaktu-waktu ada bagian tubuh korban atau serpihan pesawat ditemukan, maka pihaknya akan melanjutkan dengan operasi kesiagaan rutin oleh Kantor Basarnas Makassar.
Hingga kini, total 11 body pack telah diserahkan oleh Basarnas kepada tim DVI. Di antara jumlah tersebut, tiga korban telah teridentifikasi dan telah diserahkan kepada keluarga mereka untuk diberikan pemakaman yang layak.
Proses Identifikasi Korban Memerlukan Kerja Keras dan Kerjasama
Proses identifikasi korban merupakan tahap yang krusial dalam operasi SAR. Tim DVI bekerja keras untuk memastikan bahwa setiap jenazah yang ditemukan dapat dikenali dan diserahkan kepada keluarga yang ditinggalkan.
Kerjasama antara berbagai lembaga dan tim is sangat diperlukan dalam kondisi seperti ini. Koordinasi yang baik antara Basarnas, DVI, dan KNKT menjadi faktor penentu keberhasilan dalam menjalankan tugas pencarian dan identifikasi.
Tidak jarang, pekerjaan ini menghadapi tantangan yang cukup berat, terutama saat menangani jenazah. Berbagai faktor internal dan eksternal dapat mempengaruhi proses identifikasi, sehingga tim harus bekerja ekstra keras untuk memberikan kepastian kepada keluarga.
Sementara itu, tim DVI juga menghadapi tantangan dalam mengumpulkan bukti-bukti yang diperlukan. Setiap detail kecil menjadi sangat berarti untuk memastikan akurasi dalam proses identifikasi yang dilakukan.
Ketika akhirnya identifikasi berhasil dilakukan, itu menjadi momen emosional bagi keluarganya. Mereka bisa mendapatkan kepastian dan melanjutkan proses berduka dengan lebih baik.
Pentingnya Operasi Sar Menurut Warga dan Keluarga Korban
Operasi SAR tidak hanya berdampak pada proses identifikasi, tetapi juga membawa harapan bagi warga dan keluarga korban. Dengan adanya usaha pencarian yang intensif, mereka merasa diperhatikan dan mendapatkan dukungan moral.
Warga sekitar yang menyaksikan operasi ini pun merasakan dampak psikologis. Beberapa dari mereka menjelaskan bahwa kehadiran tim SAR memberikan rasa aman dan harapan di tengah duka yang hadir akibat kehilangan.
Keluarga korban biasanya juga sangat terlibat dalam setiap proses. Mereka sering kali menunggu di lokasi dengan penuh harapan untuk mendapatkan informasi terbaru mengenai pencarian kerabat mereka.
Meski perasaan cemas dan khawatir sering kali menyelimuti, tindakan nyata dari tim SAR memberikan sedikit ketenangan. Mereka merasa tidak sendirian dan ada pihak yang berjuang untuk membantu mereka.
Mendapatkan kabar baik mengenai identifikasi atau penemuan korban menjadi hal yang sangat menggembirakan. Ini menunjukkan bahwa harapan tetap ada meskipun dalam situasi yang sulit sekalipun.
Evaluasi dan Pembelajaran dari Setiap Proses Pencarian
Setiap operasi SAR adalah pelajaran berharga bagi semua pihak yang terlibat. Proses evaluasi sering kali dilakukan untuk menentukan apa yang berjalan dengan baik dan apa yang perlu diperbaiki ke depannya.
Melalui evaluasi ini, tim dapat mengetahui strategi dan metodologi yang tepat untuk ditingkatkan di masa depan. Dengan adanya umpan balik dari anggota tim dan pihak terkait, proses pencarian diharapkan dapat lebih efektif.
Selama proses operasi yang berlangsung, banyak hal yang dapat dipelajari dari pengalaman. Setiap situasi unik dan perlu penanganan yang berbeda dari tim SAR.
Kesiapan untuk menghadapi situasi yang tidak terduga sudah seharusnya menjadi prioritas. Tim harus terus berlatih dan memperbarui pengetahuan mereka untuk dapat bertindak cepat dan efisien.
Pembelajaran dari setiap operasi juga membantu meningkatkan kerjasama dengan pihak-pihak lain. Pengetahuan yang diperoleh dari satu operasi dapat dibagikan kepada tim lain, sehingga bisa saling meningkatkan kemampuan dalam penanganan bencana.













