Di tengah upaya pemulihan yang dilakukan setelah bencana di Pidie Jaya, Tri Tito Karnavian, Ketua Umum Solidaritas Perempuan untuk Indonesia (Seruni), menyampaikan pentingnya percepatan masa transisi bagi masyarakat yang terdampak. Kegiatan ini mencakup penyerahan bantuan kemanusiaan di Gampong Meunasah Raya yang menunjukkan komitmen pemerintah dalam mendukung masyarakat pascabencana.
Dalam event tersebut, Tri menegaskan bahwa pemulihan pascabencana bukan hanya mengenai aspek fisik, tetapi juga berhubungan erat dengan keberlangsungan sosial dan ekonomi warga. Oleh karena itu, kolaborasi antara berbagai kementerian dan lembaga sangat dibutuhkan agar bantuan dapat terdistribusi secara efektif.
Dia menjelaskan bahwa pemerintah pusat memiliki langkah strategis dalam penanganan bencana dengan rutin melakukan rapat evaluasi dan monitoring di lapangan. Langkah ini bertujuan untuk memastikan bahwa semua tindakan yang dilakukan benar-benar sejalan dengan kebutuhan masyarakat yang terdampak.
Pemulihan Jangka Panjang untuk Masyarakat Terdampak Bencana
Tri juga membahas tentang sektor pertanian yang mengalami dampak terberat setelah bencana, dengan banyak sawah yang tertimbun lumpur. Menurutnya, luas sawah yang terdampak mencapai kurang lebih 1.603 hektare, yang jelas mengganggu mata pencaharian para petani.
Situasi ini membuat kehidupan masyarakat semakin sulit, terlebih menjelang bulan Ramadan dan Idul Fitri. Kebutuhan akan bahan pangan dan pendapatan meningkat, sehingga bantuan yang cepat dan tepat menjadi sangat krusial untuk menjaga ketahanan hidup warga.
“Selain sawah, kebun-kebun mereka juga banyak yang rusak,” imbuh Tri, yang menunjukkan betapa parah kondisi ekonomi masyarakat saat ini. Kerusakan lahan membuat hasil pertanian terancam, yang berimbas pada ketersediaan makanan dan pendapatan mereka.
Pentingnya Sinergi Antara Pemerintah dan Masyarakat
Tri menekankan bahwa sinergi antara pemerintah dan masyarakat sangat penting dalam proses pemulihan. Masyarakat perlu dilibatkan dalam setiap tahap pemulihan agar mereka merasa memiliki dan bertanggung jawab dalam memperbaiki kondisi mereka sendiri. Langkah ini juga mampu mempercepat proses rehabilitasi.
Perlunya edukasi tentang cara-cara pemulihan yang efektif akan menjadi kunci untuk meningkatkan kesadaran masyarakat. Mereka harus memahami langkah-langkah yang harus diambil agar bisa lebih cepat bangkit dari keterpurukan.
Selain itu, Tri juga mengajak masyarakat untuk tidak hanya bergantung pada bantuan pemerintah. Dengan adanya inisiatif lokal, masyarakat dapat mencari solusi kreatif untuk mendapatkan kembali kesejahteraan mereka meskipun dalam situasi sulit.
Memperkuat Infrastruktur Sosial dan Ekonomi Pasca Bencana
Pemulihan infrastruktur sosial dan ekonomi juga tidak kalah penting untuk diperhatikan. Dengan adanya akses yang baik ke fasilitas umum dan pasar, masyarakat akan lebih cepat bergerak untuk kembali produktif. Ini akan membantu percepatan proses recovery secara keseluruhan di daerah tersebut.
Tri juga menyoroti pentingnya perbaikan infrastruktur jalan yang rusak, agar distribusi barang dan jasa tidak terhambat. Kendala di sektor transportasi bisa memperburuk keadaan ekonomi, sehingga perlu adanya perhatian lebih dalam hal ini.
Pengembangan program-program pelatihan untuk masyarakat juga menjadi langkah strategis yang dapat dilakukan. Program ini dapat membantu masyarakat mendapatkan keterampilan baru yang relevan dengan kebutuhan pasar sehingga mereka dapat meningkatkan kualitas hidup mereka.













