iOS 26 dari Apple baru dirilis pada September 2025, namun anehnya respon yang diterima dari para pengguna iPhone tidak begitu positif. Meskipun produk ini menawarkan tampilan dan fitur baru yang menjanjikan, pengguna cenderung enggan beralih dari versi lama yang lebih mereka kenal.
Menurut laporan terbaru, banyak pengguna masih setia menggunakan iOS 18, yang menunjukkan bahwa adopsi versi terbaru ini belum berjalan sesuai harapan. Ternyata, meskipun ada inovasi yang ditawarkan, pertimbangan pengguna terhadap kestabilan dan kenyamanan menjadi dominan.
Berdasarkan data terkini, hanya sekitar 16 persen pengguna yang telah beralih ke iOS 26. Ini adalah angka yang cukup rendah jika dibandingkan dengan generasi sebelumnya yang dengan cepat diadopsi oleh lebih dari 60 persen pengguna dalam waktu singkat.
Mengapa Pengguna Enggan Beralih ke iOS 26?
Salah satu alasan utama mengapa pengguna masih bertahan pada iOS 18 adalah ketidakpastian mengenai kestabilan sistem baru. Banyak yang merasakan bahwa iOS 18 menawarkan pengalaman yang lebih mulus dan minim masalah.
Selain itu, kebiasaan pengguna juga berperan penting. Banyak pengguna yang merasa nyaman dengan sistem lama, sehingga beralih ke yang baru bisa terasa seperti langkah yang berisiko. Rasa takut akan bug dan masalah teknis lainnya sering kali membuat mereka ragu.
Faktor lain yang perlu dicermati adalah performa dari iOS 26 yang digadang-gadangkan. Walaupun klaim tentang peningkatan performa ada, fakta di lapangan menunjukkan banyak pengguna yang belum merasakannya secara maksimal. Ini membuat mereka lebih memilih menunggu hingga versi yang lebih stabil rilis.
Perbandingan dengan Versi Sebelumnya
Ketika membandingkan adopsi iOS 26 dengan versi sebelumnya, terlihat sebuah pola yang mencolok. Misalnya, iOS 17 pada tahun lalu dengan cepat diadopsi oleh lebih dari 50 persen pengguna dalam waktu yang singkat.
Angka adopsi iOS 26 yang rendah bukan hanya tanda ketidakpuasan pengguna, tapi juga menunjukkan adanya pergeseran dalam cara pengguna menerima teknologi baru. Apakah ini berarti mereka menjadi lebih skeptis dan memilih untuk tidak terburu-buru? Tentu saja bisa jadi.
Laporan juga menunjukkan bahwa kondisi ini tidak biasa dalam sejarah pembaruan iOS. Sepertinya ada yang terasa berbeda dengan iOS 26 yang membuat pengguna berpikir dua kali sebelum beralih.
Analisis Data Pengguna iOS
Beberapa lembaga analisis melaporkan data yang menunjukkan hasil yang berbeda mengenai adopsi iOS 26. Misalnya, TelemetryDeck mencatat angka yang lebih baik, yakni 60 persen pengguna telah beralih ke sistem baru.
Sementara itu, Statcounter menunjukkan angka yang kontras, dengan lebih dari 60 persen pengguna masih bertahan pada iOS 18. Ini membuka wacana mengenai metode pengumpulan data yang digunakan oleh masing-masing lembaga tersebut.
Perbedaan dalam metode pengukuran bisa menjelaskan hasil yang bertolak belakang. TelemetryDeck melacak pengguna melalui aplikasi, sementara Statcounter lebih fokus pada tayangan web, yang mungkin tidak mencakup seluruh populasi pengguna iPhone.
Faktor Penentu Adopsi iOS 26 yang Lebih Lambat
Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi adopsi iOS 26 yang lebih lambat. Diantaranya adalah kebiasaan dan keengganan pengguna untuk berubah. Pengguna seringkali merasa nyaman dengan apa yang sudah mereka kenal.
Selain itu, masalah bug dan kestabilan dari versi baru juga menjadi perhatian. Banyak yang lebih memilih menunggu hingga ada perbaikan sebelum mencoba sesuatu yang baru. Hal ini menunjukkan pentingnya proses pengujian yang baik sebelum peluncuran resmi.
Dengan demikian, meski fitur baru sangat menarik, kenyamanan pengguna tetap menjadi prioritas utama bagi banyak orang. Ini adalah pelajaran penting bagi pengembang perangkat lunak dan perusahaan teknologi dalam merancang produk masa depan.











